Jum’at, 30 Maret 2012 17:02
Pemkab Rohul Setujui PT ANS Konversikan Lahan 8.280 Hektar
35 Persen Kebun Plasma dan 65 Kebun Inti,
Riauterkini-
PASIRPANGARAIAN-
Pemkab Rokan Hulu dan masyarakat empat desa di
Kecamatan Rokan IV Koto, setujui rencana PT Anugerah Niaga Sawindo (ANS) untuk
penetapan lahan seluas 8.280 hektar dari kawasan hutan produksi dikonversikan
menjadi budidaya perkebunan kelapa sawit.
Perihal itu tertuang dalam pertemuan antara Bupati Rohul
Achmad, dengan pihak PT ANS, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) XII Tanjung
Pinang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), turut dihadiri Camat Rokan IV Koto
Ridarmanto, diikuti empat kepala desa setempat, di Hotel Sapadia
Pasirpangaraian, Jumat (30/3/12).
Bupati Achmad, mengaku pertemuan itu adalah salahsatu proses
rencana agar mendapatkan izin prinsif pelepasan kawasan hutan dari Kementrian
Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, agar kawasan hutan dikonversikan
menjadi kawasan hutan budidaya perkebunan kelapa sawit.
“Setelah lahan dikonversikan, perusahaan akan konversikan
lahan untuk program KKPA melalui pola kemitraan dengan sistem 35 persen kebun
plasma dan 65 persen kebun inti perusahaan,” terangnya.
Pada pelaksanaannya, bupati berharap tidak ada hambatan,
termasuk izin dari Kemenhut RI lebih dipermudah. Pasalnya jika hal itu
terealisasi, masyarakat empat desa di Kecamatan Rokan IV Koto, seperti
masyarakat Desa Rokan Koto Ruang, Tanjung Medan, Pemandang, dan Desa Rokan
Timur, akan terbantu tingkat ekonominya melalui pola kemitraan sistem plasma.
“Sebenarnya hal ini pernah diajukan 2006 lalu, tapi sampai
sekarang izin belum keluar. Biasa lah birokrasi di Kemenhut yang sangat sulit.
Ada kepentingan-kepentingan di sana. Kita berharap Kemenhut RI mengeluarkan
izin prinsifnya, sehingga masyarakat tempatan merasa terbantu,” harapnya.
Untuk jatah penerima sendiri, Pemkab belum mengetahui berapa
kepala keluarga (KK) yang akan menerimanya, sebab akan disesuaikan. “Masyarakat
empat desa disana akan mendapatkan bagian dalam program KKPA itu, diharapkan
Kades tidak mengeluarkan surat di kawasan itu kepada pihak ketiga” katanya.
Sementara, Kepala BPKH XII Tanjung Pinang Subardja,
dikonfirmasi riauterkini.com mengatakan pihaknya hanya sebagai supervisi pada
proses itu. Setelah dilakukan penataan, selanjutnya akan ditindaklanjuti PT
Doneng Alaraya, sebagai konsultan pelaksana. “Kita hanya berperan sepuluh
persen dalam prosesnya,” jelanya.
Masih di tempat sama, Humas PT ANS Muhammad Rafiin Harahap,
mengatakan untuk konversikan hutan produksi tersebut pihaknya telah siap.
Termasuk kesepakatan dengan Pemkab Rohul dengan membangun kebun plasma untuk
masyarakat setempat 35 persen nya.
Sejauh ini, ada empat koperasi yang telah menanti program
kemitraan itu, seperti Koperasi Mega Tani Sejahtera, Sawit Anugerah, Pusu Jaya,
dan Koperasi Anugerah Pakis. “Intinya pemerintah telah mendukung penuh rencana
kita, sehingga kita juga komitmen membangun kebun plasma untuk masyarakat empat
desa disana,” terangnya.***(zal)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar